IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Tragis dialami Karim,58, warga Jalan Mayor Zen,Lorong Pinisi,RT 35/7, Kelurahan Sei Lais,Kecamatan Kalidoni.Minggu (26/12) sekitar pukul 07.45 WIB,dia tewas di tangan mantan menantunya,Sarbani,24.Korban tewas dengan dua luka tusuk di bahu dan pinggang.
Ironisnya,pelaku yang merupakan warga Jalan Taqwa, Sei Putat, Banyuasin, baru dua hari bercerai dengan anak korban, yakni Jumat (24/12).Selain itu,pelaku dan anak korban juga baru menikah beberapa waktu lalu.Diduga,pembunuhan ini terjadi karena korban dendam dengan mantan mertua yang menyetujui perceraiannya. Kejadian berdarah ini sempat menggemparkan warga yang tak jauh dari lokasi kejadian di simpang tiga Jalan Mayor Zen,Lorong Pinisi, tepat depan rumah Badak, Kelurahan Sungai Lais. Peristiwa bermula dari korban yang berprofesi sebagai penarik becak tersebut pagi sedang mengantarkan penumpang bernama Lesan Daeng Manambung.
Kemudian, saat becak melintas di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba dari belakang, tersangka Sarbani menusuk korban. Seusai menusuk korban hingga bersimbah darah, tersangka langsung melarikan diri.Warga yang mendengar keributan langsung berusaha menolong korban dengan melarikannya ke Rumah Sakit Pusri. Namun, akibat kehabisan darah, korban mengembuskan napas terakhir sebelum mendapat pertolongan dokter. Peristiwa ini sudah dilaporkan anak korban yang tidak lain adalah istri pelaku,Parida, 21,ke SPK Polsek Kalidoni.Petugas Polsek Kalidoni langsung melakukan olah TKP. InformasiyangdihimpunSINDO dari Parida,pagi hari saat kejadian, bapaknya pergi dari rumah seperti biasanya untuk bekerja menarik becak.
Kemudian, dia mendapat kabarjikabapaknyasudahberadadi RS Pusri karena ditusuk orang. “Katonyo pagi itu bapak lagi ngantarke penumpang,pas di Lorong Pinisi dihadang Sarbani dan ditusuknyo denganpisaudualobang,”kataParida di Polsek Kalidoni kemarin. Parida menyebutkan, sebenarnya tersangka merupakan mantan suaminya yang baru saja bercerai pada Jumat (24/12) dan baru menikah selama dua bulan dengan tersangka. Sebelumnya memang antara korban dan pelaku pernah beradu mulut pasal perceraian mereka.“ Tersangka itu diduga dendam kareno bapak menyetujui perceraian kami, aku memang sudah dak cinto lagi dengan tersangka sedangkan tersangka maseh,”kata Parida.
Parida mengaku merupakan istri ketiga tersangka dan memang sebelum menikah dengan tersangka sudah berstatus janda beranak satu. Dia meminta cerai lantaran tersangka sering menuduhnya selingkuh. “Aku pernah dicekik tersangka karena dituduh anak aku tidak mirip dengan tersangka,tapi lebih mirip dengan bapak aku jadi aku disangkonyo selingkuh dengan bapak aku dewek. Bahkan tersangka pernah jugo mecahke ponsel aku kareno aku dituduh selingkuh dengan tetanggo,padahal aku idak.Awalnyo baco pesan singkat dari ponsel aku tetapi sebelumnya adek dio yang minjem ponsel aku nak sms dengan pacar dio jadi disangko aku yang sms itu isinya mesra-mesraan,”ujar Parida seraya meminta mantan orang yang dicintainya itu dihukum mati.
Sementara itu, menurut keterangan saksi yang merupakan penumpang becak korban, Lesan Daeng Manambung,saat kejadian, dia memang sedang menumpang becak korban untuk minta diantarkan ke Lorong Pinisi untuk melihat kebun.“Saya tidak tahu persis penyebab kejadian.Tiba di TKP dari arah belakang,ada orang menusuk korban, kemudian lari. Karena ketakutan, saya juga lari, lalu datang warga menolong korban,” ungkap Lesan Daeng. Kapolsek Kalidoni AKP Asmaja SIK melalui Kanit Reskrim Aiptu Sukono mengatakan, saat ini pihaknya masih mengejar tersangka yang berhasil kabur saat akan ditangkap.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar